MAKASSAR – Suasana Masjid Nurul Iman di kawasan Telkom Makassar, Jumat (16/10/2026), sedikit berbeda dari biasanya. Di antara jamaah yang datang untuk menunaikan Shalat Jumat, tampak Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin duduk membaur.
Bukan pengamanan ketat, bukan jarak. Kapolda datang bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sulsel hanya untuk satu tujuan: shalat berjamaah dan bertemu langsung dengan warga.
Selesai shalat, jamaah tak langsung bubar. Irjen Awal Chairuddin memilih tetap di dalam masjid. Ia menyalami pengurus masjid, berbincang dengan jamaah yang duduk di sekelilingnya, mendengarkan cerita-cerita kecil tentang lingkungan mereka.
Dalam obrolan santai itu, ia menyelipkan pesan yang menurutnya paling mendesak saat ini.
“Jaga anak-anak kita,” ujarnya kepada jamaah. “Pergaulan di luar sekarang keras. Narkoba mengintai, konten negatif mudah diakses. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?”
Ia meminta para orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, lebih sering berkomunikasi, dan tidak ragu menegur jika melihat hal-hal yang menyimpang di lingkungan masing-masing. Menurutnya, keamanan tidak hanya soal pencurian atau tawuran, tapi juga soal menyelamatkan generasi dari kerusakan moral.
Safari Jumat seperti ini, kata Awal, bukan sekadar ritual ibadah keliling. Bagi dia, masjid adalah tempat paling jujur untuk mendengar suara masyarakat. Tidak ada sekat, tidak ada protokol berlebihan.
“Polisi tidak bisa menjaga keamanan sendirian. Kami butuh mata dan telinga dari masyarakat. Kalau ada yang resah, sampaikan langsung. Jangan dipendam,” katanya.
Ia pun mengingatkan warga agar tidak sungkan melapor jika membutuhkan bantuan. Bhabinkamtibmas yang ada di kelurahan, Polsek terdekat, hingga layanan Call Center 110 yang aktif 24 jam, bisa dihubungi kapan saja.
Pengurus Masjid Nurul Iman menyambut baik kehadiran orang nomor satu di Polda Sulsel itu. Mereka mengaku jarang melihat pejabat tinggi kepolisian datang tanpa jarak, duduk bersama jamaah dan mau mendengarkan.
“Biasanya pejabat datang, salaman, langsung pergi. Ini beda. Beliau mau duduk lama, dengar curhatan warga. Kami merasa dihargai,” ujar salah seorang pengurus masjid.
Di bawah kepemimpinannya, Awal memang membawa konsep EWAKO – Empati, Waspada, Adil, Kolaboratif. Konsep itu ia terjemahkan dengan cara sederhana: polisi harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah.
Dan Jumat siang di Masjid Nurul Iman, konsep itu terlihat. Bukan dari spanduk atau sambutan resmi, tapi dari cara seorang Kapolda memilih untuk duduk di lantai masjid yang sama dengan warganya.



















