PAREPARE – Kesadaran tertib berlalu lintas tidak harus menunggu seseorang memiliki surat izin mengemudi. Pesan itu yang dibawa Satlantas Polres Parepare saat menyambangi siswa SD Negeri 35 dan SD Negeri 79 Parepare melalui program Police Goes to School, Senin (14/9/2026).
Sejak pagi, suasana sekolah di Jalan Pahlawan, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, mendapat sentuhan berbeda. Personel kepolisian hadir dalam upacara sekolah dan menyampaikan sejumlah pesan sederhana tentang keselamatan di jalan.
Bagi siswa sekolah dasar, materi lalu lintas tentu tidak perlu disampaikan dengan bahasa yang rumit. Karena itu, pesan yang ditekankan lebih dekat dengan kebiasaan sehari-hari, seperti menggunakan helm standar, mematuhi aturan dan tidak mengutamakan kecepatan ketika berada di jalan.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Parepare ingin mengenalkan lalu lintas bukan semata-mata sebagai urusan penindakan polisi.
Lebih jauh, siswa diajak memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan.
Penggunaan helm standar menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan kepala ketika menggunakan sepeda motor, baik sebagai pengendara maupun penumpang.
Polisi juga mengingatkan agar kendaraan yang digunakan tetap memenuhi ketentuan, termasuk penggunaan knalpot yang sesuai standar.
Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Siswa dapat menjadi bagian dari rantai edukasi dengan mengingatkan orang tua maupun anggota keluarga agar selalu memperhatikan keselamatan saat berkendara.
Ada pula materi yang mungkin terasa lebih dekat dengan perkembangan teknologi, yakni pengenalan ETLE Handheld.
Siswa dan guru diperkenalkan secara umum dengan sistem penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan perangkat tersebut. Edukasi ini sekaligus memberikan gambaran bahwa penegakan aturan lalu lintas kini terus berkembang mengikuti pemanfaatan teknologi.
Dengan pendekatan seperti ini, siswa tidak hanya mengetahui bahwa pelanggaran lalu lintas memiliki konsekuensi, tetapi juga memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan di jalan.
Kasat Lantas Polres Parepare AKP Dr. Rusdi Yunus, S.H., M.H., mengatakan edukasi lalu lintas sejak usia sekolah merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan positif.
Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan sebaiknya diberikan sebelum anak-anak tumbuh menjadi pengguna kendaraan bermotor yang aktif.
“Kami ingin menanamkan pemahaman kepada siswa sejak dini bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari upaya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Keselamatan harus lebih diutamakan daripada kecepatan,” kata Rusdi.
Ia menilai lingkungan sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun budaya disiplin. Pesan yang diterima siswa di sekolah juga berpeluang diteruskan kepada keluarga ketika mereka berada di rumah.
“Harapannya, apa yang disampaikan di sekolah tidak berhenti di lingkungan sekolah. Anak-anak bisa menjadi pengingat bagi orang tua dan keluarganya untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berada di jalan,” ujarnya.
Pesan-pesan tersebut disampaikan IPTU Sumiati, S.H., bersama BRIPKA Umriani Umar dan BRIGPOL Yuyustiadi kepada para siswa dalam rangkaian kegiatan di kedua sekolah.
Kehadiran polisi sebagai pembina upacara membuat edukasi lalu lintas berlangsung dalam suasana yang lebih dekat dengan keseharian siswa.
Pendekatan edukatif semacam ini juga memberi ruang bagi polisi untuk mengenalkan aturan lalu lintas sejak dini, tanpa menjadikan penindakan sebagai satu-satunya cara membangun kepatuhan.
Sebab, kebiasaan tertib di jalan tidak muncul secara instan. Ia terbentuk dari hal-hal sederhana yang dilakukan berulang kali: mengenakan helm, menaati aturan, menghargai pengguna jalan lain dan memahami bahwa keselamatan tidak pernah sepadan untuk dipertaruhkan demi tiba beberapa menit lebih cepat.
Melalui Police Goes to School, Satlantas Polres Parepare berharap pesan keselamatan tersebut dapat tumbuh menjadi kebiasaan di kalangan generasi muda.
Edukasi lalu lintas pun tidak berhenti pada apa yang disampaikan polisi di halaman sekolah. Pesan itu diharapkan ikut terbawa pulang, masuk ke lingkungan keluarga, dan pada akhirnya menjadi bagian dari budaya berlalu lintas masyarakat Parepare.



















