PAREPARE – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan jajaran Polsek Bacukiki, Polres Parepare. Bhabinkamtibmas Kelurahan Galung Maloang, Aiptu Herman, bersama warga turun langsung membersihkan saluran drainase di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan untuk mengangkat lumpur dan sampah yang menumpuk di dalam saluran drainase. Pembersihan diharapkan dapat menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengantisipasi munculnya genangan ketika intensitas hujan meningkat.
Sejak pagi, Aiptu Herman bersama warga terlihat bahu-membahu mengeruk endapan lumpur menggunakan peralatan sederhana. Material hasil pembersihan kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya dibuang ke tempat yang telah ditentukan.
Kegiatan itu juga menjadi ruang interaksi langsung antara polisi dan masyarakat. Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi turut mendorong masyarakat menyelesaikan persoalan lingkungan secara bersama-sama.
Bukan Sekadar Bersihkan Selokan
Kondisi drainase yang dipenuhi lumpur dan sampah menjadi salah satu alasan warga bersama Bhabinkamtibmas melakukan kerja bakti.
Selain menjaga kebersihan, langkah tersebut merupakan bentuk pencegahan terhadap potensi genangan air. Saluran yang tersumbat dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Aiptu Herman mengajak masyarakat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
“Kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan drainase, tetapi juga bagaimana kita membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan. Polri hadir di tengah masyarakat untuk membantu dan mencari solusi atas persoalan yang ada di wilayah binaan,” ujar Aiptu Herman.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak menjadikan saluran air sebagai tempat membuang sampah.
Menurutnya, menjaga drainase tetap bersih akan lebih mudah apabila masyarakat memiliki kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
Kapolsek Bacukiki Dorong Polisi Aktif di Tengah Warga
Kapolsek Bacukiki AKP Bustan Tarika mengapresiasi keterlibatan Bhabinkamtibmas bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai kerja bakti menjadi salah satu bentuk nyata pemolisian yang mengedepankan kemitraan dengan masyarakat.
“Saya mengapresiasi inisiatif Aiptu Herman bersama warga Galung Maloang. Sinergitas seperti ini penting karena keamanan dan kenyamanan lingkungan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Polri. Masyarakat juga memiliki peran yang sangat besar,” kata AKP Bustan Tarika.
Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah binaannya.
Karena itu, anggota diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga aktif mendengar persoalan warga dan ikut mendorong penyelesaian masalah secara bersama-sama.
“Bhabinkamtibmas harus menjadi bagian dari masyarakat. Turun langsung, mendengar keluhan warga, kemudian bersama-sama mencari solusi. Inilah salah satu bentuk pendekatan humanis yang terus kami dorong,” ujarnya.
Polisi Tekankan Pencegahan, Bukan Menunggu Masalah
Kegiatan sosial seperti kerja bakti juga memiliki nilai pencegahan yang lebih luas. Lingkungan yang terawat dapat membantu mengurangi potensi persoalan sosial maupun gangguan kesehatan yang muncul akibat lingkungan kotor dan saluran air yang tidak terawat.
Ps. Kanit V PPA Satreskrim Polres Parepare, Aiptu Dewi Natalia Noya, S.H., menilai keterlibatan polisi dalam kegiatan kemasyarakatan penting untuk membangun kedekatan sekaligus kepercayaan publik.
“Kehadiran anggota Polri dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang positif dengan warga. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, masyarakat juga akan lebih mudah menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehingga potensi masalah dapat diketahui dan dicegah lebih awal,” ujar Aiptu Dewi Natalia Noya, S.H.
Menurutnya, pendekatan seperti itu sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang aman melalui partisipasi masyarakat.
Dengan komunikasi yang terbuka, warga tidak hanya menjadi objek pelayanan, tetapi juga dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga situasi yang kondusif.
Kasat Reskrim: Kedekatan Polisi dan Warga Perkuat Pencegahan
Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Muhammad Saleh, S.E., M.H., juga menekankan pentingnya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.
Menurut dia, interaksi langsung di tengah warga dapat menjadi sarana untuk mengetahui kondisi lingkungan sekaligus memperkuat upaya pencegahan berbagai persoalan.
“Polri membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas. Kedekatan anggota dengan warga akan mempermudah komunikasi, termasuk ketika ada persoalan yang membutuhkan penanganan bersama. Karena itu, kegiatan sosial seperti kerja bakti memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar kegiatan kebersihan,” kata AKP Muhammad Saleh.
Ia berharap semangat gotong royong seperti yang terlihat di Jalan Cendrawasih dapat terus dipertahankan.
Masyarakat, kata dia, memiliki posisi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.
Warga Sambut Positif Kehadiran Bhabinkamtibmas
Warga Galung Maloang menyambut positif keterlibatan Aiptu Herman dalam kerja bakti tersebut.
Kehadiran Bhabinkamtibmas yang ikut mengangkat lumpur dan membersihkan saluran membuat interaksi antara polisi dan masyarakat berlangsung lebih cair.
Warga menilai kegiatan semacam itu memberikan manfaat langsung, terutama karena saluran drainase yang sebelumnya dipenuhi endapan dan sampah kembali dibersihkan.
Masyarakat juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga kondisi drainase tetap terjaga dan tidak kembali dipenuhi sampah.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Menjaga Lingkungan
Kerja bakti di Jalan Cendrawasih menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kepedulian warga, dukungan aparat, serta koordinasi dengan pemerintah setempat dapat menjadi modal penting untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Polsek Bacukiki juga terus mendorong Bhabinkamtibmas agar aktif melaksanakan sambang, Door to Door System (DDS), penyuluhan kamtibmas, hingga membantu penyelesaian persoalan warga di wilayah binaan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat sekaligus menciptakan suasana lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Bagi warga Galung Maloang, membersihkan drainase bukan sekadar mengangkat lumpur dan sampah. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan yang bersih membutuhkan kepedulian bersama.
Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, upaya mencegah genangan, menjaga kebersihan, dan membangun lingkungan yang aman dapat dilakukan sejak dari tingkat kelurahan.
Sinergitas Polri dan masyarakat pun menjadi kunci. Sebab, lingkungan yang aman dan nyaman tidak lahir hanya dari penanganan setelah masalah muncul, tetapi juga dari kepedulian untuk mencegahnya sejak awal.



















