PAREPARE – Keamanan lingkungan tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat kepolisian. Kepedulian antarwarga, komunikasi yang terjaga, serta hubungan baik dengan tetangga justru menjadi fondasi penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Pesan tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lemoe, Polsek Bacukiki, Aiptu Daris, bersama warga RW 02 Harapan, Jalan Kebun Jagung, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Rabu (4/11/2026).
Dalam dialog bersama masyarakat, Aiptu Daris mengingatkan bahwa lingkungan yang aman tidak terbentuk dengan sendirinya. Hubungan sosial yang renggang, kurangnya komunikasi, hingga sikap tidak peduli terhadap kondisi sekitar dapat membuka ruang munculnya persoalan di tengah masyarakat.
Karena itu, warga diajak tidak hanya memperhatikan keamanan rumah masing-masing, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal. Menjaga hubungan baik dengan tetangga dinilai menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat ketahanan sosial di tingkat lingkungan.
“Keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Peran masyarakat sangat menentukan. Ketika warga saling mengenal, menjaga komunikasi, dan peduli terhadap kondisi sekitarnya, potensi gangguan keamanan bisa lebih cepat diketahui dan dicegah,” ujar Aiptu Daris.
Ia juga menegaskan bahwa komunikasi antara masyarakat dan kepolisian perlu tetap terbuka. Warga dapat menyampaikan informasi, masukan, maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan lingkungan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat bukan semata berkaitan dengan pengawasan keamanan, melainkan juga membangun hubungan yang memungkinkan warga merasa dekat dan tidak ragu menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, persoalan di lingkungan diharapkan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Sebab, keamanan yang berkelanjutan berawal dari masyarakat yang saling peduli, bukan hanya dari tindakan penanganan ketika gangguan sudah terjadi. (*)
















