PAREPARE — Sebanyak 765 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan pertandingan PSM Makassar melawan Madura United di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Sabtu (31/10/2026). Pengamanan menjadi perhatian untuk memastikan pertandingan sepak bola tersebut berlangsung aman bagi pemain, ofisial, dan suporter.
Personel yang dilibatkan berasal dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Kota Parepare, serta steward atau petugas pengamanan stadion. Mereka disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk di pintu masuk penonton dan area yang digunakan pemain serta perangkat pertandingan.
Dari total kekuatan tersebut, sebanyak 470 personel berasal dari Polri, terdiri atas 370 personel Polres Parepare dan 100 personel Brimob Polda Sulawesi Selatan.
Sementara itu, unsur TNI terdiri atas 70 personel Kodim 1405/Parepare dan 15 personel Detasemen Polisi Militer XIV/2 Parepare.
Pemerintah Kota Parepare turut mendukung pengamanan melalui 20 personel Dinas Perhubungan, 50 personel Satpol PP, dan 20 personel pemadam kebakaran. Adapun 120 steward disiapkan untuk mendukung pengawasan di lingkungan stadion.
Salah satu perhatian dalam pengamanan pertandingan adalah pemeriksaan penonton sebelum memasuki stadion. Petugas diminta memastikan barang-barang yang dilarang tidak dibawa masuk ke area pertandingan.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan keamanan yang dapat membahayakan penonton maupun pihak lain di dalam stadion.
Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menekankan pentingnya pengamanan yang profesional dan sesuai prosedur. Personel juga diingatkan untuk tidak membawa senjata api selama menjalankan tugas pengamanan pertandingan.
“Pengamanan harus dilaksanakan secara profesional dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Pemeriksaan di pintu masuk juga harus menjadi perhatian agar barang-barang yang dilarang tidak masuk ke dalam stadion,” ujar Phunky Mahendra.
Selain keamanan penonton, keselamatan pemain dan wasit turut menjadi perhatian. Tim pengamanan khusus disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan yang dapat mengancam keselamatan perangkat pertandingan maupun pemain.
Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan, terutama apabila muncul ketegangan selama pertandingan berlangsung.
Pengamanan pertandingan sepak bola tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat. Kepatuhan penonton terhadap aturan stadion juga berperan penting dalam menciptakan suasana pertandingan yang aman.
Suporter diharapkan mematuhi pemeriksaan, tidak membawa barang terlarang, serta menjaga perilaku selama berada di area stadion. Dukungan kepada tim kesayangan tetap dapat ditunjukkan dengan penuh semangat tanpa tindakan yang merugikan orang lain.
Di sisi lain, koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting untuk memastikan setiap unsur memahami tanggung jawabnya. Pengaturan keamanan perlu memperhatikan berbagai kemungkinan, mulai dari kepadatan penonton hingga kebutuhan perlindungan bagi pemain dan wasit.
Kapolres Parepare juga meminta setiap koordinator pengamanan bertanggung jawab terhadap personel di bawah kendalinya. Kewaspadaan dan koordinasi dinilai penting untuk merespons situasi secara tepat apabila terjadi gangguan.
Sebelum pertandingan, jajaran pengamanan juga melakukan simulasi melalui Tactical Floor Game untuk memetakan skenario pengamanan dan mengoordinasikan penanganan berbagai kemungkinan di lapangan.
Kesiapan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pertandingan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang datang ke Stadion BJ Habibie.
Dengan dukungan 765 personel gabungan, pengamanan diarahkan tidak hanya untuk menjaga jalannya pertandingan, tetapi juga melindungi seluruh pihak yang berada di lingkungan stadion. (*)
















