PAREPARE – Keterampilan meracik kopi bisa menjadi bekal memasuki dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha mandiri. Potensi ini terlihat dari pelatihan barista yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Parepare di Gedung Kedai Pemuda, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Senin (2/11/2026).
Sebanyak 16 peserta mengikuti praktik pembuatan berbagai minuman berbahan dasar kopi. Keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk bekerja di kedai kopi maupun merintis usaha minuman sendiri.
Upaya meningkatkan keterampilan masyarakat ini sejalan dengan semangat Program Polisi Peduli Pengangguran, yang mendorong peran kepolisian dalam membantu warga mendapatkan akses terhadap peluang kerja dan pengembangan usaha.
Penguatan program tersebut dibahas dalam asistensi dan tatap muka Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulawesi Selatan di Balai Ainun Habibie, Parepare, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan itu dihadiri Direktur Binmas Polda Sulsel Kombes Pol. Anang Triarson, Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, serta perwakilan pemerintah daerah dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar.
Melalui peran Bhabinkamtibmas, polisi diharapkan dapat mengenali warga yang membutuhkan pekerjaan dan membantu menghubungkan mereka dengan layanan ketenagakerjaan, lembaga pelatihan, perusahaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendekatan tersebut diterapkan Satbinmas Polres Parepare melalui pola door to door dengan menyambangi lokasi pelatihan di Cappa Galung. Personel kepolisian berkoordinasi dengan pihak penyelenggara sekaligus melihat langsung proses pembelajaran yang diikuti 16 peserta.
Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar mengatakan, keterampilan yang diperoleh masyarakat perlu dikembangkan agar dapat memberikan manfaat ekonomi.
“Keterampilan merupakan salah satu modal untuk membuka peluang penghasilan. Kami berharap masyarakat terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki, sementara Bhabinkamtibmas dapat membantu menjembatani kebutuhan warga dengan peluang kerja maupun pelatihan yang tersedia,” kata AKP Anwar.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara bagi Bhabinkamtibmas untuk mengenali kebutuhan warga, termasuk mereka yang membutuhkan pekerjaan atau keterampilan tambahan.
Pelatihan barista di Parepare menjadi salah satu contoh keterampilan praktis yang dapat dikembangkan untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri. Dukungan akses informasi lowongan kerja, pendampingan usaha, dan hubungan dengan dunia industri juga diperlukan agar keterampilan tersebut memiliki peluang untuk berkembang.
Melalui sinergi kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha, Program Polisi Peduli Pengangguran diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas kesempatan kerja sekaligus mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri. (*)

















