PAREPARE – Perundungan dan penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman yang dapat merusak masa depan pelajar. Di tengah lingkungan pergaulan yang semakin kompleks, siswa perlu memiliki keberanian untuk menolak tekanan serta mengenali perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Satbinmas Polres Parepare saat memberikan edukasi kepada siswa SMP Frater Parepare di Jalan Veteran, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Selasa (3/11/2026).
Melalui pendekatan Polisi Go To School, pelajar diajak memahami dampak perundungan atau bullying serta bahaya narkoba yang dapat memengaruhi kehidupan mereka, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun masa depan pendidikan.
Perundungan masih kerap dianggap sebagai bagian dari candaan antarteman. Padahal, perilaku mengejek, mempermalukan, mengucilkan, hingga melakukan kekerasan dapat meninggalkan luka psikologis bagi korban.
Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Siswa yang menjadi korban berpotensi kehilangan rasa percaya diri, mengalami tekanan mental, bahkan merasa tidak aman ketika berada di lingkungan sekolah.
Karena itu, keberanian untuk menolak perundungan perlu tumbuh dari lingkungan pergaulan pelajar sendiri. Siswa juga diharapkan tidak ikut membenarkan tindakan tersebut, termasuk ketika menyaksikan temannya menjadi sasaran ejekan atau intimidasi.
Selain bullying, penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman lain yang perlu diwaspadai sejak usia sekolah. Pengaruh pergaulan, rasa ingin tahu, dan tekanan dari lingkungan sekitar dapat membuat remaja rentan mencoba sesuatu yang berisiko.
Kasat Binmas Polres Parepare, AKP Anwar, S.H., mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan negatif dan berani mengambil sikap ketika menghadapi perilaku yang menyimpang.
“Pelajar harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan segala bentuk perundungan. Jangan sampai keinginan untuk diterima dalam pergaulan justru membuat kita melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Masa depan harus dijaga sejak sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, membangun kesadaran sejak bangku sekolah menjadi salah satu langkah penting agar generasi muda mampu mengenali risiko dan mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan.
Di sisi lain, persoalan perundungan maupun penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan lingkungan terdekat. Guru dan orang tua perlu membangun komunikasi terbuka agar siswa tidak merasa sendirian ketika menghadapi tekanan atau persoalan.
Pelajar yang mengalami perundungan maupun mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba juga perlu memiliki keberanian untuk mencari bantuan kepada guru, orang tua, atau pihak yang dapat dipercaya.
Melalui program Polisi Go To School, Satbinmas Polres Parepare mendorong tumbuhnya kesadaran pelajar untuk saling menghargai, menjaga pergaulan, dan berani menolak tindakan yang dapat merugikan masa depan.
Sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak untuk tumbuh tanpa rasa takut. Lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan dan narkoba membutuhkan kepedulian bersama, bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat.


















